Alternatif Sistematika Laporan KBM Daring Dalam Masa Pandemi Covid-19

Sistematika laporan kegiatan menunjukan runtutan penjelasan dari pelaksanaan kegiatan yang disajikan secara sistematis. Kualitas laporan kegiatan harus mampu menggambarkan kondisi yang sebenarnya dari pelaksanaan rencana yang sudah dibuat. Sistematika laporan kegiatan tentu saja bervariasi sesuai dengan karakteristik kegiatannya. Bagi lembaga-lembaga tertentu biasanya sebelum pelaksanaan kegiatan, dibuat petunjuk teknis dalam penyusunan laporan kegiatan yang berisi sistematikanya. Pihak pembuat laporan akan mudah menjelaskan apa saja yang harus dilaporkan, hal apa dulu dan bagaimana urutan penyajiannya berdasarkan petunjuk teknis yang sudah dibuat. Sehingga petunjuk teknis ini menjadi pedoman bagi sipembuat laporan dalam menyusun laporan kegiatannya.

Pada prinsipnya laporan kegiatan harus memuat tentang :

  1. Rencana  kegiatan
  2. Alat untuk mengukur ketercapaian rencana dengan pelaksanaan kegiatan.
  3. Proses pelaksanaan kegiatan
  4. Permasalahan dan usaha mengatasi permasalahan yang dihadapi
  5. Hasil yang dicapai dibandingkan dengan rencana kegiatan

Kegiatan KBM daring yang sudah menginjak ahir minggu ke 4 ini pun dituntut untuk dibuatkan laporan kegiatannya, baik oleh pimpinan sekolah maupun dinas pendidikan di atasnya. Harus diakui kebingungan menyelimuti guru pada saat akan menyusun laporan dari KBM yang sudah dilaksanakannya. Walapun pihak dinas pendidikan sudah menyebutkan point-point yang harus dilaporkan. Ini berkaitan dengan belum jelasnya sistematika penyusunan laporan KBM daring.

Pada kesempatan ini, penulis mencoba membuat semacam alternatif sistematika dalam menyusun laporan KBM. Yang akan dipaparkan dalam tulisan ini merupakan kreasi pribadi penulis dalam menyusun sistematika berdasarkan prinsip penyusunan laporan kegiatan di atas. Berikut sistematika laporan kegiatan KBM daring masa pandemi covid-19 :

  1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), memuat tentang RPP berdasarkan Permendiknas Nomor 14 Tahun 2019. RPP ini dikenal dengan RPP satu atau dua lembar yang digagas oleh Mas Menteri.
  2. Meteri Pembelajaran, memuat materi pelajaran yang akan dibahas dalam proses KBM Daring.
  3. Lembar Aktifitas Siswa, memuat tentang berbagai kegiatan yang akan dilakukan siswa selama proses KBM Daring.
  4. Prosedur Penilaian, memuat indikator-indikator aktifitas siswa yang akan menjadi penilaian selama proses KBM Daring.
  5. Pelaksanaan KBM Daring, menjelaskan bagaimana pelaksanaan proses KBM Daring dari awal sampai ahir.
  6. Permasalahan dan Solusi, menjelaskan permasalahan yang dihadapi selama proses KBM Daring dan upaya solusi yang diambil untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi.
  7. Dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan, memuat foto, lembar aktifitas, lembar penilaian dari keseluruhan proses KBM. Dokumentasi ini bisa memuat mulai dari aktifitas penyebaran informasi KBM ke siswa, tampilan bahan materi daring, aktifitas penugasan diskusi atau aktifitas pembelajaran yang dilakukan sampai dengan aktifitas tes online jika digunakan.

Sistematika di atas dibuat atas dorongan kewajiban penulis sebagai guru yang harus menyusun laporan KBM daring yang sudah dilakukan sehingga penulis berinisiatif membuat sistematika laporan seperti yang diuraikan di atas. Layak atau tidaknya, penulis serahkan kepada pemangku kebijakan dan para pembaca. Kritik dan saran sangat diharapkan untuk melengkapi kelayakan dari sistematika yang dibuat ini. Adapun bagaimana bentuk laporan kegiatan KBM daring yang dibuat penulis berdasarkan sistematika di atas dapat pembaca download disiniโ€ฆ..

6 Komentar

  • Dalam membuat laporan daring yang paling sulit adalah melawan malas dan selalu dalam benak hati serta pikiran nanti dan nanti yang lain juga belum, nah mumpung ada inspiratif dari bro gito. Ayo kita kerjakan pembelajaran daring sebagai kewajiban bp/ibu mengajar yang biasanya bp/ibu kerjakan di dalam kerjakan…
    Selamat bekerja bp/ibu GTK smangi…

    Balas
  • “Terima kasih pak Git, yang telah memberikan pencerahan dalam menyusun sistematika penyusunan laporan PBM dalam jaringan (daring) ini. Semoga para GTK Smangi selalu dalam keadaan sehat wal afiat sehingga bisa meluangkan waktunya untuk mengerjakan hal tersebut di atas. Aamiin…!!”

    Balas
  • Iya..idealnya minimal seperti itu. Mudah di baca oleh siapapun termasuk kita yang membuat laporannya …thank very much mas Broto.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gulir ke Atas